
MANCHESTER, Kompas.com - Bintang NBA asal klub Los Angeles Lakers, Kobe Bryant menentang usul pembatasan usia atlet bola basket yang akan tampil di Olimpiade.
Usul pembatasan usia tersebut muncul dari komisioner NBA, David Stern. Menurut Stern, bola basket harus mengikuti sepakbola dengan pembatasan usia 23 tahun bagi atlet yang ikut serta di Olimpiade.
"Usul yang bodoh sekali," kata Bryant, 33. "Seharusnya itu menjadi hak si pemain untuk memilih ikut atau tidak. Pihak NBA hanya memberi perhatian kepada risiko cedera atau kelelahan yang akan menghinggapi para pemain utama liga yang membela negaranya saat Olimpiade."
"Seharusnya Olimpiade menjadi puncak dari perhelatan olah raga dunia dengan ikut sertanya para pemain terbaik dunia," kata pemain Los Angeles Lakers ini. "Di cabang bola basket, pembatasan usia akan mengurangi nilai Olimpiade itu sendiri."
Perdebatan tentang pembatasan bintang NBA di ajang Olimpiade muncul setelah forward LA Clippers, Blake Griffin yang terpilih masuk tim Olimpiade mengalami cedera lutut kirinya. Ia harus menjalani oeprasi padahal Griffin baru saja menandatangani kontrak senilai 95 juta dolar AS untuk bermain selama lima tahun dengan clippers.
Namun Bryant menyangkal bahwa usul pembatasan usia muncul karena para pemilik klub memikirkan masa depan pemain. "Mereka hanya memikirkan penanaman modal mereka," kata Bryant. "Kalau ingin mengetahui kondisi pemain, mereka dapat datang langsung dan bertanya pada pengurus."
Rekan Bryant, Chris Paul juga mengatakan keputusan memperkuat tim AS di ajang internasional seharusnya tidak dibatasi. Paul yang juga memperkuat AS saat merebut medali emas Olimpiade Beijing 2008 lalu menyebut hal itu merupakan hak individu si pemain.
Bagi Paul, kesempatan ikut Olimpiade sangat baik buat si pemain itu sendiri. "Setelah kembali dari Olimpiade, para pemain (NBA) tampil penuh percaya diri," kata Paul. "Bagi kami lebih baik bertanding dengan pemain-pemain terbaik dunia daripada sekadar berlatih dan memainkan bola."
Usul pembatasan usia tersebut muncul dari komisioner NBA, David Stern. Menurut Stern, bola basket harus mengikuti sepakbola dengan pembatasan usia 23 tahun bagi atlet yang ikut serta di Olimpiade.
"Usul yang bodoh sekali," kata Bryant, 33. "Seharusnya itu menjadi hak si pemain untuk memilih ikut atau tidak. Pihak NBA hanya memberi perhatian kepada risiko cedera atau kelelahan yang akan menghinggapi para pemain utama liga yang membela negaranya saat Olimpiade."
"Seharusnya Olimpiade menjadi puncak dari perhelatan olah raga dunia dengan ikut sertanya para pemain terbaik dunia," kata pemain Los Angeles Lakers ini. "Di cabang bola basket, pembatasan usia akan mengurangi nilai Olimpiade itu sendiri."
Perdebatan tentang pembatasan bintang NBA di ajang Olimpiade muncul setelah forward LA Clippers, Blake Griffin yang terpilih masuk tim Olimpiade mengalami cedera lutut kirinya. Ia harus menjalani oeprasi padahal Griffin baru saja menandatangani kontrak senilai 95 juta dolar AS untuk bermain selama lima tahun dengan clippers.
Namun Bryant menyangkal bahwa usul pembatasan usia muncul karena para pemilik klub memikirkan masa depan pemain. "Mereka hanya memikirkan penanaman modal mereka," kata Bryant. "Kalau ingin mengetahui kondisi pemain, mereka dapat datang langsung dan bertanya pada pengurus."
Rekan Bryant, Chris Paul juga mengatakan keputusan memperkuat tim AS di ajang internasional seharusnya tidak dibatasi. Paul yang juga memperkuat AS saat merebut medali emas Olimpiade Beijing 2008 lalu menyebut hal itu merupakan hak individu si pemain.
Bagi Paul, kesempatan ikut Olimpiade sangat baik buat si pemain itu sendiri. "Setelah kembali dari Olimpiade, para pemain (NBA) tampil penuh percaya diri," kata Paul. "Bagi kami lebih baik bertanding dengan pemain-pemain terbaik dunia daripada sekadar berlatih dan memainkan bola."
0 komentar:
Posting Komentar